Abaikan HP Saat Berkendara

Post :   |   14 Desember 2015   |   10:32 WIB   |   Dilihat 2196 kali

Hand phone atau telepon genggam saat ini sudah bukan barang mewah. Gadget yang dibuat sejak tahun 1980 an kian berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Jangan heran jika seseorang bisa mempunyai hp lebih dari satu.

Kemanapun, HP selalu dibawa. Fungsi HP bukan hanya sekedar untuk melakukan perbincangan namun untuk menyimpan data. Ironinya, saat INI seperti muncul fenomena dimana selalu ada HP kapanpun dan dimanapun juga. Termasuk saat kita sedang melakukan perjalanan alias berkendara. Berbahayakah jika kemudian kita beraktifitas menggunakan HP saat berkendara?

Simak data berikut. Pemerintah Negara Amerika Serikat melalui American Automobil Association (AAA) mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan akibat gangguan penggunaan ponsel, bersolek dan berjoget di dalam mobil, lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Data itu diketahui setelah organisasi tersebut melakukan penelitian dengan mempelajari rekaman video mobil dan rekaman audio tentang apa yang dilakukan pengemudi, terutama remaja, sebelum terjadi kecelakaan.

Persentase pengemudi remaja mengalami gangguan saat berkendara lebih besar dari pada sebelumnya, ujar Presiden dan CEO AAA Foundation for Traffic Safety, Peter Kissinger, seperti dilansir laman Inautonews.

Organisasi ini juga menganalisa 1.691 video real-time kecelakaan yang menimpa pengemudi remaja. Ternyata, 58 persen penyebab kecelakaan disebabkan gangguan seperti menggunakan ponsel, bernyanyi, berjoget atau melihat hal halnyang dianggap menarik untuk difoto menggunakan HP.

Maka tidak usah heran, jika kemudian angka penggunaan telpon seluler di jalan raya rupanya terus meningkat. Ironinya, ada sekitar 16 ribu pengemudi diperkirakan tewas dalam kurun 2001 hingga 2007. Hal ini disebabkan karena mereka mengetik sms saat mengemudi. Jika hal tersebut dilakukan, enam kali lipat bahayanya dibanding kamu menelpon. Hilangnya konsentrasi saat berkendaraan ini lah yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu-lintas. Sebelumnya Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat memperkirakan, hal ini hanya berkisar di angka 14 persen dari seluruh penyebab kecelakaan. Dan porsinya remaja merupakan pengemudi dengan kemungkinan tertinggi mengalami kecelakaan lalu lintas.

Larangan

Di Indonesia sendiri, sebetulnya larangan penggunaan HP saat mengemudi, secara secara spesifik tidak diatur dalam UU No 22 Tahun 2009. Tapi, pengendara yang menggunakan hp bisa terkena pasal 106 ayat 1. Yakni tentang pengemudi wajib mengendarai kendaraan dengan penuh konsentrasi. Pengertian wajib mengendarai dengan penuh konsenterasi, mencakup melarang kegiatan-kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara. Misalnya minum-minuman keras saat berkendara, mengkonsumsi obat terlarang dan menggunakan HP. Kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Sanksi terhadap pelanggaran pasal tersebut diatur dalam pasal 283 UU yang sama, yakni denda maksimal Rp 750 ribu dan kurungan 3 bulan.

Kurangnya perhatian saat berkendara menyebabkan pengemudi gagal memperhatikan lingkungan sekitar saat berkendara, seperti peraturan lalu lalu lintas, rambu-rambu dan kecepatan sebelum terjadi kecelakaan.

Pemerintah Indonesia juga menyadari akan ancaman bahaya tersebut. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah melakukan pengiriman SMS broadcast untuk mengimbau tidak menggunakan perangkat komunikasi saat mengemudi. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah kecelakaan pada saat melakukan perjalanan.

Tidak hanya di Amerika saja. Tetapi melihat data nasional, banyak kasus kecelakaan lalulintas yang salahsatunya disebabkan penggunaan perangkat telekomunikasi saat mengemudikan kendaraan. Meski angka tertinggi terjadi di perkotaan. Tidak hanya pengendara mobil, ternyata pengendara sepeda motor pun menggunakan HP saat berkendara, sehingga konsentrasi si pengendera pecah. Selain itu, akibat pengemudi mengantuk juga salah satu faktor terjadinya kecelakaan. Data yang diperoleh, pada 2009- 2010 jumlah kecelakaan meningkat 1.200 persen akibat menggunakan telepon seluler (ponsel/hp).

Kecelakaan

Kasus kecelakaan yang terjadi di kawasan Jl Kenjeran Surabaya beberapa waktu lalu. Terjadinya kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah mobil dan 2 sepeda motor. 1 diantara pengemudi sepeda motor meninggal dunia. Dilansir dari internet, penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya mengatakan, kecelakaan itu akibat pengemudi mobil yang lalai. Kasus itu terkuak dari rekaman kamera CCTV milik SPBU Jl Kenjeran.

Kronologis menyebutkan jika kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11.30 wib. Saat itu pengemudi mobil keluar dari SPBU tanpa memperhatikan arus lalu lintas didepannya sehingga mengakibatkan kecelakaan dengan dua kendaaran sepeda motor dari arah Barat ke Timur. Selain itu juga diketahui, pengemudi mobil Suzuki APV itu tengah sibuk memakai HP sebelum terjadi kecelakaan. Setelah mengetahui menabrak, pengemudi mobil bukannya berhenti malah kabur.

Adanya kasuskasus tersebut, semua kembali pada kita sendiri. Mau tidak mau, aturan yang dibuat oleh pemerintah sejatinya memang dibuat agar adanya tertib lalu lintas untuk keselamatan jiwa. Apakah kita akan taat aturan atau tidak, anda yang memilih. (Rinny/penulis lepas)