LRT Jadi Solusi Permasalahan Transportasi DKI Jakarta - Bekasi (Jawa Barat)

Post :   |   10 Mei 2017   |   20:47 WIB   |   Dilihat 804 kali

Bekasi - Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB) pad atahun 2013, bahwa Kemacetan di perkotaan telah menyedot tingkat pemborosan sampai 2-5 % dari PDB negara-negara Asia, karena hilangnya waktu produktif dan tingginya biaya transportasi yang harus ditanggung.

 

Kota-kota besar di Asia, seperti Hongkong, Manila, Tokyo, Shanghai, Taipe memberikan pengalaman bahwa pembangunan infrastruktur jalan baru di perkotaan, tidak bisa diharapkan sebagai solusi efektif untuk dapat mengatasi permasalahan kemacetan di perkotan tersebut, bahkan sepertinya memberikan kontribusi peningkatan motivasi masyarakat untuk membeli kendaraan pribadi, sehingga terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang cukup signifikan, yang pada akhirnya mengarah kepada penambahan beban jaringan jalan. Dan hal tersebut juga terjadi di Indonesia.

 

Indonesia masih menghadapi kesenjangan infrastruktur transportasi yang besar.  Tekanan perjalanan menuju pusat kota Jakarta terjadi setiap hari dengan beban tertinggi terjadi pada jam puncak pagi dan sore, sekitar 7,70 juta perjalanan per hari (2014) masuk dan keluar Jakarta dari wilayah Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi) dan Banten. Diperkirakan dengan tingkat pertumbuhan perjalanan 3-4 % per tahun, pada tahun 2014 jumlah perjalanan mencapai 10,86 juta perjalanan. Kemacetan yang terjadi pada batas wilayah sudah menembus ke wilayah lingkar luar dalam Jakarta (Inner Ringroad), ditandai dengan wanktu tunggu lepas dari simpang utama mencapai lebih dari 10 menit/ simpang Tol.

 

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan di Jawa Barat, bahwa  Kota Bekasi termasuk bagian dari wilayah metropolitan Bodepekkarpur (Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta). Sebagai daerah penyangga ibukota, Kota Bekasi memiliki peran penting bagi DKI Jakarta, termasuk "menyumbang" kemacetan arus lalu lintas. Hampir semua akses dari Bekasi ke Jakarta tak luput dari kepadatan kendaraan. Inilah masalah klasik yang memerlukan penanganan secara menyeluruh.

 

Sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan transportasi, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia, nomor 98 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi, jo. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

(Gambar : Panjang Jalur LRT JABODEBEK)

Didalam peraturan tersebut disebutkan bahwa Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi untuk mendukung pembangunan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dilakukan percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, yang terdiri dari trase jalur antara lain adalah Trase Jalur Cawang – Bekasi Timur. Dalam pelaksanaan pembangunannya, Pemerintah menugaskan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk untuk membangun prasarana Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit (LRT) terintegrasi.

 

LRT bisa dijadikan alternatif transportasi untuk mengurangi kemacetan di sekitar wilayah penyangga Jakarta seperti Bekasi dan Bogor menuju ke Jakarta. LRT yang sedang dibangun ini berkapasitas penumpang 800 Penumpang, dan kapasitas satu rangkaian sebanyak 6 gerbong.

Pembangunan Jalur LRT (elevated) Cawang – Bekasi Timur, sepanjang 18,5 km termasuk pada bagian pembangunan Proyek LRT tahap I. . Waktu yang dapat ditempuh dengan LRT tujuan Cawang - Bekasi Timur yaitu sekitar 25 menit , dengan kecepatan 60 km per jam. Nantinya rute ini akan melewati 5 stasiun, yaitu Sta. Jaticempaka, Sta. Jatibening, Sta. Cikunir, Sta. Bekasi Barat, dan Sta. Bekasi Timur. Jalur ini ditargetkan selesai dan akan beroperasi pada Mei 2019.

(Gambar - Progres Konstruksi LRT JABODEBEK - Mei 2017)

 

(IT.)