Lebar Jalan Tentukan Sudut Parkir Ranmor

Post :   |   07 Desember 2017   |   10:08 WIB   |   Dilihat 300 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

Penggunaan ruas jalan untuk parkir dipastikan akan berdampak pada kondisi arus lalu lintas. Apalagi, saat volume kendaraan bermotor cukup tinggi, seperti halnya pagi dan sore hari. Penggunaan badan jalan untuk parkir kendaaran bermotor, seperti halnya di Kota Bandung, tidak hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga menjadi pemicu kecelakaan. Peristiwa yang sering terjadi yaitu serempetan atau senggolan antarkendaraan bermotor. Hal ini terlebih lagi bila dalam pengaturan parkir tanpa memperhatikan lebar jalan, akan rawan kecelakaan. Alasannya, pergerakan kendaraan bermotor akan menjadi sangat terganggu. Oleh karena itu, guna menciptakan ketertiban lalu lintas, pemerintah melakukan pengaturan terhadap pergerakan kendaraan baik bermotor maupun tidak bermotor. Termasuk ketentuan yang harus dipatuhi ketika kendaraan bermotor melakukan parkir.

Dalam penetapan lokasi pada pembangunan fasilitas parkir untuk umum, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu rencana umum tata ruang daerah, keselamatan dan kelancaran lalu lintas, kelestarian lingkungan, dan kemudahan bagi pengguna jasa. Parkir kendaraan bermotor di jalan  ada dua, yaitu secara sejajar dan membentuk sudut.  Untuk parkir sejajar membetuk sudut 0 derajat menurut arah lalu lintas, sementara parkir membentuk sudut ada empat macam, terdiri atas parkir dengan sudut 30 derajat, 45 derajat, 60 derajat dan 90 derajat. Parkir kendaraan bermotor secara sejajar dengan sudut 0 derajat menurut arah lalu lintas, dapat diterapkan pada jalan-jalan yang memiliki lebar total minimal 5,3 meter untuk jalan satu arah. Sementara untuk parkir sejajar pada jalan dua lajur, lebarnya minimal 7,8 meter.

Untuk parkir kendaraan bermotor di jalan satu arah dilakukan dengan membentuk sudut 30 derajat dapat diterapkan pada jalan-jalan dengan lebar total minimal 7,4 meter. Pada jalan yang terdiri atas  dua lajur dapat diterapkan parkir dengan sudut 30 derajat asalkan lebar jalannya total minimal 9,9 meter. Parkir dengan sudut 45 derajat dapat dilakukan pada jalan yang lalu lintasnya satu arah lebarnya  minimal 8,8 meter. Pada jalan lalu lintas dua lajur, parkir dengan sudut 45 derajat lebar jalannya total minimal 11,3 meter. Sementara parkir dengan sudut 60 derajat pada jalan satu arah, dipersyaratkan  lebar jalannya total minimal 9,9 meter. Untuk jalan dua lajur parkir total lebar jalannya minimal 12,4 meter. Kemudian parkir yang membentuk sudut 90 derajat lebar jalannya pada jalur satu arah total minimal 10,8 meter. Untuk jalan dua lajur dengan lebar total minimal 13,3 meter parkir dapat juga dilakukan parkir bersudut 90 derajat.

Berdasarkan ketentuan tersebut, untuk pola parkir yang dilakukan pada badan jalan ditentukan di bagian paling kiri jalan menurut arah lalu lintas. Baik untuk arus lalu lintas yang satu arah maupun dua arah. Kendaraan bermotor yang diparkir sejajar pada daerah tanjakan/turunan jalan searah arus lalu lintas, roda muka kendaraannya diarahkan ke kiri jalan. Kecuali parkirnya membentuk sudut, pada tanjangan arah roda muka kendaraannya ke kanan jalan dan daerah turunan arahnya ke kiri jalan. Pada jalan yang diperbolehkan untuk parkir tersebut dilengkapi rambu-rambu dan/atau marka jalan. Akan tetapi, khusus di tempat-tempat tertentu meskipun dilarang parkir tidak dinyatakan dengan rambu-rambu atau marka atau tanda-tanda lain.

Daerah-daerah yang tidak dapat dipergunakan untuk tempat parkir ada sembilan lokasi. Yaitu sepanjang enam meter sebelum dan sesudah tempat penyebrangan pejalan kaki, atau tempat penyeberangan sepeda yang telah ditentukan, sepanjang jalur khusus pejalan kaki, dan sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter. Selanjutnya, sepanjang 50 meter sebelum dan sesudah jembatan, sepanjang 100 meter sebelum dan sesudah perlintasan sebidang, sepanjang 25 meter sebelum dan sesudah persimpangan, sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah aksen bangunan. Selain itu, pada tempat-tempat yang dapat menutupi rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas, dan sepanjang 6 meter sebelum dan sesudah keran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. (Penulis : Dudih Yudiswara – Wartawan Bidang Perhubungan). (Dudih Yudiswara – Wartawan Bidang Perhubungan)