Trayek Pelayaran Perintis Solusi Konektivitas Dan Disitribusi Barang Untuk Jabar Selatan

Post :   |   12 Desember 2017   |   11:44 WIB   |   Dilihat 455 kali

DISHUB JABAR

Transportasi merupakan  faktor penting didalam memacu pertumbuhan perekonomian suatu wilayah atau daerah,  perkembangan dan pertumbuhan suatu daerah tergantung dan dipengaruhi oleh prasarana transportasi yang ada, baik itu merupakan transportasi darat misalnya jalan raya, kereta api, ataupun transportasi laut seperti pelayaran rakyat, dan lain sebagainya.

Sehubungan dengan hal  tersebut, program peningakatan prasarana transportasi merupakan persyarat mutlak untuk menopang pertumbuhan dan perkembangan suatu daerah atau wilayah,  yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraaan masyarakat daerah itu sendiri yang akan menekan tingkat kemiskinan dan peningkatan daya beli masyarakat.

Jabar selatan dalam hal pertumbuhan perekonomian saat ini,  dirasakan tertinggal dibandingkan dengan Jawa Barat bagian utara yang juga identik dengan tingkat kemiskinan yang masih cukup singnifikan, untuk itu diperlukan pemacu da faktor pendorong untuk meningkatkan  pemerataan pembangunan di Jabar Selatan dengan konsep ship promote the trade, yaitu dengan mewujudkan pelayaran perintis di pesisir selatan Pulau Jawa.

Penyelenggaraan angkutan perintis berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 6 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan kegiatan pelayanan publik kapal perintis milik negara, adalah pelayanan angkutan di perairan pada trayek-trayek yang ditetapkan Pemerintah untuk melayani daerah atau wilayah yang belum atau tidak terlayani oleh angkutan di perairan karena belum memberikan manfaat secara komersial.

Sedangkan kapal perintis adalah kapal yang memiliki tugas untuk menghubungkan daerah terpencil yang belum terbuka dengan menggunakan kapal milik negara tipe kapal penumpang barang, untuk trayek atau rute adalah lintasan pelayanan angkutan dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainya.

Kondisi Jabar Selatan saat ini merupakan wilayan perairan yang belum memiliki atau tidak  terdapat rute pelayaran  yang terjadwal sehingga layak untuk mendapatkan prioritas penanganannya dengan menggunakan angkutan perintis demi memperlancar arus distribusi barang dan orang.

Pengembangan penyelenggaraan angkutan perintis untuk saat di Jabar Selatan, sudah sangat mendesak untuk menjadi  program prioritas Pemerintahan Propinsi Jawa Barat, hal ini dikarenakan prasarana pendukung seperti pelabuhan laut sudah dalam proses pembangunan seperti pembangunan pelabuhan Bojong Salawe di pangandaran,pelabuhan samudra  perikanan di Pelabuhan Ratu, Pelabuhan pengumpan Regional di Pakenjeng Kabupaten Garut (Proses FS dan DED sudah dilakasanakan oleh Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Barat Tahun 2011)

Berkaitan dengan hal tersebut,  Pemerintah Propinsi Jawa Tengah sudah selangkah lebih maju hal ini dilakukan dengan adanya pengajuan pelayaran perintis yang digagas oleh 7 (tujuh) pesisir selatan Pulau Jawa  yaitu Kabupaten Cilacap, Kuloprogo, Pacitan, Tranggalek dan Kabupaten  Bayuwangi serta Kabupaten SukabumI dan Kabupaten Pangandaran yang mempunyai gagasan/konsep untuk menyelenggarakan pelayaran perintis menyusuri pantai selatan Pulau Jawa dari ujung timur sampai ujung barat pesisir selata Pulau Jawa, sebagai langkah konkrit untuk merintis pengembangan jalur perdagangan laut di selatan Plulau Jawa, telah diidentifikasi pelabuhan Tanjung Intan Cilacap sebagai lokasi pelabuha perintis.

Pengajuan angkutan pelayaran perintis di selatan Pulau Jawa bertujuan untuk mengalihkan beban transportasi dijalan raya yang sudah jenuh terutama untuk angkutan barang, sehingga akan mengurangi biaya kemacetan di jalan raya, yang pada akhirnya akan bermuara pada biaya distribusi barang yang menjadi lebih ekonomis.

Selain itu,  pengalihan sebagian angkutan jalan raya ke angkutan laut juga untuk menghemat biaya pemeliharaan jalan serta mengurangi dampak buruk dari polusi udara juga mengurangi stagnasi kepadatan bongkar muat kapal di pelabuhan.

Untuk itu konsep pengembangan pelayaran perintis di pesisir selatan Pulau Jawa dimulai dari timur pulau Jawa yaitu dari Pelabuahan Tanjung Wangi di kabupaten Banyuwangi, menyusuri Pelabuhan Prigi di Kabupaten Trenggalek, Pelabuhan Teluk Pacitan dikabupaten Pacitan, Pelabuhan Parang Gupito di Kabupaten Wonogiri, pelabuhan tanjung Adikarto di Daerah Istimewa Yogyakarta, Pelabuhan Tanjug Itas Cilacap, Pelabuhan Bojong Salawe di Kabupaten Pangandaran, Palabuhan Gambir di Kabupaten Tasikmalaya, pelabuhan pengumpan regioal Pakenjeng Di Kabupaten Garut, dan Pelabuhan Perikanan di Pelabuhan ratu Kabupaten Sukabumi

Tidak ada kata terlambat, untuk mulai menggalakan poros maritim di selatan pulau jawa selain untuk membuka konektivitas, memperlancar distribusi barang, diharapkan adanya pelayaran perintis dipesisir pulau Jawa akan meningkatkan angktifitas ekonomi dan perdagangan serta meningkatkan kesejateraan masyrakat di selata pulau Jawa yang pada akhirnya akan mengurangi angka kemiskinan di selatan Pulau Jawa. (Hari Winarno, SE, Msi)