Selter Minimalisasi Gangguan Lalu Lintas

Post :   |   11 Desember 2017   |   09:17 WIB   |   Dilihat 21 kali

DISHUB JABAR

Kemacetan arus lalu lintas di daerah perkotaan, seperti halnya Kota Bandung menjadi pemandangan yang tidak bisa dihindari bagi pengguna jalan. Tingginya kepadatan menduduk di dalam kota menimbulkan hambatan terhadap kelancaran lalu lintas.

Sangat tingginya volume kendaraan bermotor dalam satu ruas jalan, menjadi ancaman terjadinya kemacetan. Padahal, semua pengguna jalan berlaku tertib, tetapi kemacetan sulit dihindari. Hal ini beralasan karena jumlah kendaraan bermotor tidak sebanding dengan panjang.

Terlebih lagi, pengguna jalan terutama pengemudi kendaraan bermotor berperilaku seenaknya, kemacetan lalu lintas akan lebih parah lagi. Hal tersebut  karena dalam kondisi volume kendaraan sangat tinggi, hambatan sekecil apapun bisa nengakibatkan kamacetan karena jarak antarkendaraan sangat dekat.

Aplagi dengan perilaku pengemudi angkutan penumpang umum sekarang ini banyak dikeluhkan karena tidak sedikit yang berlaku seenaknya. Terutama dalam menaikkan atau menurunkan penumpang secara mendadak sehingga angkutan penumpang umum tidak bisa dibantah andilnya terhadap kemacetan lalu lintas. Salah satunya yang dikeluhkan pengguna jalan lainnya yaitu menghentikan kendaraan di sembarang tempat.

Pengemudi angkutan penumpang umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang dengan seenaknya tidak hanya akan berdampak pada kondisi lalu lintas. Akan tetapi, sikap seperti itu bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini tidak hanya dirasakan pada jam-jam sibuk, yaitu pagi dan sore hari di mana volume lalu lintas hampir di semua ruas jalan dalam posisi tertinggi, melainkan juga sudah tidak mengenal waktu.

Untuk itu, pergerakan  kendaraan  bermotor di ruas jalan yang menjadi rute angkutan penumpang umum, menjadi tidak menentu. Laju kendaraan secara  tiba-tiba  sering  terhenti karena  adanya kendaraan lain yaitu angkutan penumpang umum berhenti dengan mendadak. 

Bagi pengemudi yang mengikuti angkutan penumpang umum, kecelakaan lalu lintas akan selalu mengancam. Oleh karena itu, jarak dengan kendaraan yang berada di depan tersebut harus benar-benar diperhatikan karena berhenti mendadak sudah menjadi kebiasaan pengemudi angkutan umum.   

Atas dasar hal tersebut, sepanjang rute angkutan penumpang umum sangat diperlukan adanya tempat henti yang lebih dikenal dengan nama selter. Sementara untuk penempatan tempat henti ini tentu saja harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Keberadaan selter sangat penting di jalan-jalan yang dilalui angkutan penumpang umum untuk meminimalisasi gangguan terhadap lalu lintas. Termasuk untuk mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas yang biasa terjadi di lokasi berhentinya angkutan penumpang umum. (Dudih Yudiswara - Wartawan Bidang Perhubungan).