Izin Usaha Pengusahaan Depo Peti Kemas (IUPDPK);

Update : 08 Mei 2018   |   Dilihat 2441 kali

Syarat Administrasi :

  1. Surat Permohonan diatas Kop Surat ditujukan kepada Kepala Dinas PMPTSP Prov. Jawa Barat (Kop surat asli, tandatangan asli bukan scan/palsu serta cap/stempel asli bukan scan)
  2. Surat Kuasa memakai kop surat diatas materai apabila dikuasakan (kop surat asli, tandatangan asli bukan scan, cap/stempel asli bukan scan);
  3. Akta Pendirian perusahaan yang telah mendapat pengesahan dari instansi yang berwenang (Scan Asli);
  4. Nomor pokok Wajib Pajak (NPWP) Perusahaan (Scan Asli);
  5. Modal Usaha (Rp. 20.000.000.000 disetor Rp. 5.000.000.000 yang dibuktikan dengan bukti setor ke BankNasional atau Bank Swasta Nasional yang memiliki aset paling sedikit Rp. 50.000.000.000) (Scan Asli);
  6. Memiliki Penanggung jawab ;
  7. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (Scan Asli);
  8. Persetujuan Studi Lingkungan dari intansi pemerintah daerah kabupaten/kota setempat dan provinsi untuk Daerah Khusus Ibukota Jakarta, termasuk di dalamnya kajian lalu lntas (Scan Asli);
  9. Rekomendasi kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dari Gubernur, Bupati atau Walikota setempat (Scan Asli);
  10. Izin gangguan dan perlindungan masyarakat yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang (Scan Asli).

Dalam hal rencana lokasi depo peti kemas berada di dalam Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) pelabuhan, harus dilengkapi dengan rekomendasi dari penyelenggara Pelabuhan setempat.

Persyaratan Teknis

  1. Menguasai lahan paling sedikit untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun atau memiliki lahan untuk lokasi usaha dengan luas paling sedikit 5.000m2 yang dibuktikan dengan hak penguasaan atau kepemilikan lahan untuk usaha depo peti kemas yang berada di luas daerah Lingkungan Kerja (DLKr) pelabuhan yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional dan menguasai lahan sesuai kerjasama dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) atau operator untuk usaha depo peti kemas yang berada di dalam Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) pelabuhan (Scan Asli);
  2. Memiliki atau menguasai lahan penumpukan yang digunakan dengan kemampuan konstruksi menampung beban sebagai berikut :
    1. Minimal 4 (empat) tier peti kemas kosong (empty) dengan ukuran 20 feet, dan
    2. Minimal 2 (dua) tier peti kemas bermuatan isi dengan ukuran 20 feet.
  3. Konstruksi lahan depo dapat menggunakan :
    1. Paving;
    2. Aspal;
    3. Beton/concrete.
  4. Memiliki peralatan paling sedikit :
    1. 1 (satu) unit reach stacker;
    2. 1 (satu) unit top loader;
    3. 1 (satu) unit side loader;
    4. 1 (satu) unit forklit; dan
    5. Fasilitas perbaikan dan perawatan peti kemas yang memenuhi persyaratan.
  5. Memiliki tenaga ahli paling sedikit 1 (satu) orang dengan kualifikasi Ahli Nautika Tingkat III atau 2 (dua) orang Ahli Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga atau transportasi laut berijasah Diploma III atau 2 (dua) orang tenaga ahli yang sederajat dengan pengalaman kerja paling sedikit 5 (lima) tahun dalam pengelolaan depo peti kemas dan tenaga survei peti kemas yang memiliki sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (Scan Asli).