ROLLER BARRIER DI JAWA BARAT

Post :   |   29 September 2020   |   10:18 WIB   |   Dilihat 127 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

ROLLER BARRIER DI JAWA BARAT

Roller Barrier

Safety Roller Barrier atau biasa disebut Roller Barrier merupakan inovasi baru dari varian atau jenis pembatas jalan (Traffic Barrier) yang pertama kali ditemukan dan dikembangkan di negara Korea Selatan. Di Indonesia sendiri Roller Barrier pertama kali hadir di daerah Aceh, sementara jalanan berliku di Cikidang, Kab. Sukabumi menjadi ruas jalan pertama di Pulau Jawa yang menggunakan Roller Barrier sebagai pengaman.

Adalah Gubernur Jabar yaitu Bapak Ridwan Kamil yang mencetuskan ide untuk membawa roller barrier ini di Pulau Jawa melaui program 100 hari beliau menjabat pada akhir tahun 2018 lalu. Adapun jalan berliku di Cikidang dipilih sebagai lokasi pertama pemasangan prototipe roller barrier karena adanya kecelakaan bus masuk ke jurang yang menewaskan 21 orang pada bulan Agustus di tahun yang sama.

Roller barrier memiliki bentuk fisik yang hampir sama dengan pembatas jalan atau rail guard yang biasa ditemui dijalan dan sudah ada sejak lama di jalanan Indonesia, dimana terdiri dari dua lempeng baja yang memanjang seperti pagar. Perbedaannya, pada roller barrier terdapat tabung silinder berwarna kuning di antara kedua lempeng baja tersebut yang ditopang oleh tiang baja ditengahnya.

Tabung silinder tersebut terbuat dari serat Ethylene Vinyl Acetate (EVA) yang memiliki sifat ringan namun kuat. Ketika ada benturan dari kendaraan, tabung ini akan berputar dan mengubah energi kejut dari kendaraan tersebut menjadi energi rotasi. Putaran tabung silinder ini akan “membanting” kendaraan kembali kearah jalurnya. Selain itu, roller barrier juga memiliki keunggulan jika dibanding pembatas jalan konvensional. Diantaranya proses perawatan dan perbaikan yang lebih mudah dengan biaya yang lebih minim.

Sampai dengan awal tahun 2020, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat sudah memasang roller barrier di banyak titik pada jalur yang dianggap rawan terjadinya kecelakaan.    Diantaranya :

  1. Jalan Raya Cikidang-Pelabuhan Ratu, Kab. Sukabumi
  2. Jalan Simpang Loji-Punck Darma, Kab. Sukabumi
  3. Jalan Batujaya, Rengasdengklok, Kab. Karawang
  4. Jalan Raya Cikajang – Bungbulang, Kab. Garut
  5. Jalan Raya Leuweung Tiis, Leles, Kab. Garut
  6. Jalan Tangkuban Parahu KM28, Kab. Bandung Barat
  7. Jalan Banjaran, Maja, Kab. Majalengka

Kedepannya pemasangan Roller Barrier ini akan diperbanyak khususnya pada jalan rawan kecelakaan.