EVALUASI PELAKSANAAN ANGKUTAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022 DI JABAR

Post :   |   03 Januari 2022   |   08:59 WIB   |   Dilihat 738 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

EVALUASI PELAKSANAAN ANGKUTAN NATAL 2021 DAN TAHUN BARU 2022 DI JABAR

KOTA BANDUNG -- Momen Angkutan Natal dan Tahun Baru selalu dilaksanakan  Dinas Perhubungan setiap tahunnya. Terlebih pelaksanaan tahun ini masih diselimuti pandemi covid-19 sehingga perlu adanya  pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes) intens secara ketat terutama selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama semua stakeholder terkait berkolaborasi menghadirkan keamanan dan kenyamanan selama Nataru. Salah satunya dengan menggagas aplikasi SiManis (Sistem Informasi Jalan dan Wisata).

Aplikasi hasil kolaborasi Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kementerian Perhubungan, dan Jasa Marga, tersebut berisi informasi perjalanan, mulai dari kapasitas pengunjung lokasi wisata terkini, serta situasi lalu lintas.

Aplikasi ‘simanis” ini sudah di terapkan saat pelaksanaan Angkutan Nataru yang terhitung sejak tanggal 22 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 atau sepekan lalu.

Pemanfaatan aplikasi si manis ini cukup efektif saat pelaksanaan nataru ini mengingat aplikasi ini memiliki dua fungsi utama. Fungsi pertama untuk masyarakat. Dengan adanya SiManis, masyarakat dapat mengetahui situasi terkini di destinasi wisata, akses jalan menuju destinasi wisata, dan kondisi lalu lintas.

Seperti yg dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Koswara “simanis ini di-update per jam. Jadi, bisa dipakai untuk masyarakat sebagai bahan pertimbangan mengambil keputusan. Apakah mau lanjut ke tempat wisata, berhenti, atau mau pindah lokasi tujuan”.

Fungsi kedua bagi pengatur lalu lintas/ kepolisian dengan informasi yang update, pengatur lalu lintas dapat mengambil langkah lebih cepat dan efektif. Misalnya, jumlah kendaraan menuju kawasan wisata lembang penuh, petugas akan segera mengambil langkah antisipatif, dengan melaksanakan rekayasa lalu lintas

Seperti saat terjadi lonjakan di tanggal 26 Desember hasil pemantauan si manis di kawasan wisata lembang, volume kendaraan naik sebanyak 30% langkah antisipatif nya melakukan rekayasa lalu lintas dgn melakukan pengalihan arus

Selama periode pemantauan 22 Desember 2021 – 02 Januri 2022, Lembang merupakan kawasan dengan volume kendaraan yang melintas tertinggi dengan total kendaraan yang melintas sebesar

911.124 kendaraan. Hasil dari evaluasi monev.

Pemanfaatan simanis pada pelaksanaan nataru ini dirasa cukup efektif karena masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi secara real time terkait kondisi jalan dan wisata.