Pengemudi Faktor Penting Dalam Keselamatan

Post :   |   15 Desember 2017   |   13:53 WIB   |   Dilihat 607 kali

Berlalu lintas melalui jalan tol dipastikan menikmati berbagai keuntungan dibanding menyusuri  jalan raya. Selain kenyamanan karena jalanan lurus,  juga waktu tempuh jauh lebih cepat. Dari kenyamanan berlalu lintas lewat jalan tol, tentu saja bukan berarti tanpa kelemahan. Malahan, risiko ancaman terhadap keselamatan di jalan tol lebih tinggi daripada di jalan raya karena kecelakaan umumnya terjadi saat kendaraan berkecepatan tinggi. 

Dalam kondisi kendaraan bermotor di jalan bebas hambatan melaju cukup kencang, dimungkinkan setiap keputusan pengemudi menjadi ancaman terhadap keselamatan. Hal ini terbukti dari berjatuhannya korban dalam setiap kecelakaan yang terjadi di jalan tol. Seharusnya, dengan pembatasan jenis kendaraan bermotor, berlalu lintas di jalan tol jauh lebih aman dibanding di jalan raya. Terlebih lagi dengan terpisahnya  laju kendaraan bermotor dari arah berlawanan, sehingga sumber malapetaka relatif berkurang.  

Berlalu lintas tidak bisa menghindar dari risiko terlibat kecelakaan. Hal ini akan melekat pada pengguna jalan, karena kecelakaan umumnya didahului dengan pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas, yaitu  faktor manusia yang lalai dalam  mengemudi kendaraan bermotornya. Atas dasar hal itu, pengemudi kendaraan bermotor jelas memegang peranan yang sangat penting terhadap keselamatan perjalanan. Terlebih lagi ketika melaju di jalan tol, karena hampir semua kendaraan bermotor berkecepatan tinggi sehingga akibat dari kecelakaannya akan parah.

Sementara kelalaian dari pengemudi kendaraan bermotor yang selama ini sering menjadi penyebab kecelakaan di antaranya kelelahan. Dengan kondisi fisik yang tidak tetap terjaga ini, tentu saja tidak boleh dianggap enteng. Perjalanan bisa berbuah musibah tatkala pengemudi terserang kantuk yang teramat berat. Kantuk selama ini sering kali “menyerang” pengemudi kendaraan bermotor yang sedang melaju di jalan tol. Mereka terutama yang memasuki jalan tol setelah melakukan perjalanan jarak jauh, seperti dari Jawa Tengah atau Jawa Timur menuju Jakarta, memasuki jalan tol pada akhir perjalanan. Selain itu, serangan kantuk juga sering dirasakan pengemudi setelah berlama-lama berada dalam kemacetan. Kendati dengan macet lebih banyak istirahat di dalam kendaraan,  pengemudi tetap akan merasakan kelelahan. Bakkan, kantuk pun kerap menyerang saat dalam kemacetan.      

Untuk itu, ada hal yang tidak boleh dianggap sepele oleh pengemudi terutama dalam melakukan perjalanan jarak jauh, kebugaran fisik harus tetap dipertahankan. Pengemudi harus bisa mengatur waktu istirahat ketika berlalu lintas terutama di jalan tol dengan memanfaatkan tempat istirahat yang disediakan penyelenggara jalan tol. Dengan demikian, diharapkan perjalanan selamat samapi tujuan. (Dudih Yudiswara – Wartawan Bidang Perhubungan).