Pendaratan Perdana di BIJB

Post :   |   29 Maret 2018   |   15:21 WIB   |   Dilihat 144 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

Pendaratan Perdana di BIJB

Majalengka – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) operasionalnya sudah dilakukan uji coba pada hari Kamis (29/03/2018). Pendaratan perdana telah dilakukan oleh pesawat Kementerian Perhubungan Beechcraft King Air B350-i. Pendaratan tersebut merupakan pengujian terhadap peralatan instrumen navigasi BIJB.

Pesawat Kemenhub tersebut lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung pukul 08.55 WIB. Setelah lepas landas pesawat tersebut mengambil ketinggian mencapai 12 ribu kaki di atas permukaan laut dengan kapasitas 6 orang dan menempuh waktu 20 menit hingga pukul 09.15. Ketika akan mendarat Airfield Lighting System di BIJB pun menyala dan pesawatpun mendarat untuk pertama kalinya.

Pesawat dipegang komando Pilot Kapten Sri Mulyanto. Di dalamnya membawa First officer Khairuna Fauzi, Flight Inspector I (PO) Dian Yusuf Aminudin, Fligt Officer II (TO) Wahyu Wicaksono, Flight Mechanic Dennis Sagia, Ass Fit Mechanic Ary Firmansyah dan Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra.
"‎Alhamdulilah penerbangan lancar dari Bandara Husein Sastranegara sampai Bandara Kertajati ini berjalan lancar," kata Sri Mulyanto usai pendaratan saat ditemui di landasan pacu Bandara Kertajati, Kamis 29 Maret 2018.‎
Pendaratan tersebut tidak dilakukan hanya sekali. Usai menurunkan separuh penumpangnya, penerbangan kembali dilakukan untuk melakukan kalibrasi di dua titik temu runway berkode 14 dan 32 tersebut. Pesawat secara berulang melakukan lepas landas dan pendaratan untuk benar-benar memverifikasi alat bantu pendaratan pesawat.
 
Ketua Persiapan Pengoperasian Bandarudara PT Angkasa Pura II Ibut Astono mengatakan, secara kesiapan sisi udara Bandara Kertajati ini sudah cukup baik. Dengan panjang runway 2.500 dan lebar 60 meter, instrumen perlengkapan standar pendaratan pesawat yakni Precision Approach Path Indicator (PAPI) sudah layak.
 
"Instrumen sisi udara udara ini sudah 100 persen. Kesiapan lampu di runway juga sudah siap karena memang lampu dibutuhkan sebagai alat bantu pendaratan pada malam hari atau cuaca gelap, mendung dan hujan," jelasnya.
 
Virda Dimas Ekaputra merasa sangat bersyukur karena uji navigasi melalui penerbangan tersebut berjalan lancar. Dengan adanya pendaratan tersebut artinya Bandara Kertajati semakin menunjukan kesiapannya untuk benar-benar bisa beroperasi pada pertengahan 2018 nanti. "Alhamdulilah, saya bahagia banget. Happy. Akhirnya pesawat bisa melakukan pendaratan dengan lancar tanpa hambatan," imbuh Virda.
 
Setelah adanya pendaratan tersebut, Virda melanjutkan akan melakukan pendaratan berikutnya yang rencananya akan dilakukan pada 2 April 2018 mendatang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Akan membawa serta juga Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan jajarannya.‎
 
"2 April nanti rencananya akan ada pendaratan lagi yang membawa rombongan Pak Menteri (Perhubungan)," lanjut Virda. Dia berharap setelah pendaratan dan dilakukan 'inspeksi' oleh Menhub bandara bisa benar-benar dipublish sebagai bandara yang layak beroperasi. Setalah itu bandara yang kini pembangunanna sudah menyentuh diangka 92 persen benar-benar bisa melayani penerbangan komersil pada Juni dan penerbangan haji Juli 2018.

Setelah pesawat mendarat, penerbangan kembali dilakukan untuk menentukan kalibrasi dua titik temu runway dengan kode 14 dan 32. Pengujian tersebut dilakukan secara berulang-ulang untk meverifikasi alat bantu pendaratan pesawat.

Ketua Persiapan Pengoperasian Bandarudara PT Angkasa Pura Ibut Astono menyatakan, secara kesiapan sisi udara Bandara Kertajati sudah cukup baik. Instrumen perlengkapan standar pendaratan pesawat yakni Precision Approach Path Indicator (PAPI) sudah layak