Kunjungan Kerja Menhub ke Palabuhanratu

Post :   |   04 April 2018   |   16:16 WIB   |   Dilihat 374 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

Kunjungan Kerja Menhub ke Palabuhanratu

Sukabumi – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi telah melakukan kunjungan kerja ke proyek pembangunan pengumpan regional di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Menhub di dampingi oleh Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo, Direktur Kepelabuhanan Chandra Irawan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi dan Kepala Balai Pengelolaan Pelabuhan Laut Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Idit Gunawan.

 Dalam kunjungannya Menhub menyampaikan beberapa hal yaitu:

  1. Agar dilaksanakan percepatan dan efisiensi pembangunan dengan meninjau ulang desain Causeway temporer untuk dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari desain pelabuhan, selain itu secara arsitektur agar mengakomodir ciri khas/kearifan lokal.
  2. Percepatan  kegiatan dari kontrak 31 Januari sampai sekarang progresnya belum signifikan, khususnya dalam pengadaan material batu untuk break water, agar difasilitasi daerah untuk perizinan penambangannya.
  3. Pelaksanaa pekerjaan padat karya dengan tenaga lokal dan TNI minimal 100 orang mulai Jumat ini selama seminggu menyambut rencana kunjungan RI 1, hari Sabtu dan Minggu (7-8 April).
  4. Untuk pengoptimalan rencana operasinya dan percepatanya dari semula 2020 menjadi 2019 maka potensi wisata angkutan penumpangnya di persiapkan sejak dini, dengan menghimpun komunitas dan perencanaan destinasi/program wisata terpadu baik dikawasan Pelabuhan Ratu maupun percepatan pembangunan wisata dan prasarana pelabuhan Kawasan Geopark Ciletuh.
  5. Pengembangan pelabuhan untuk potensi angkutan lainnya selain wisata dan penumpang dapat mulai dikaji dan diinvenetarisir secara komprehensif.
  6. Agar operasinya sinergi dengan rencana pembangunan Palabuhanratu maka Pelabuhan dan destinasi wisata sekitarnya termasuk di Geopark Ciletuh agar dilakukan percepatan.
  7. Kepastian kunjungan RI 1 ke Palabuhan Ratu dsk, tanggal 7 - 8 April menunggu konformasi pihak Setneg dan Kemenhub.

Menhub juga mengatakan bahwa  Pelabuhanratu sudah harus bisa berfungsi secara maksimal pada tahun 2019.

Pelabuhan Ratu akan dimaksimalkan untuk memudahkan konektivitas ke Jakarta. Pengiriman hasil bumi, hasil tambang, dan barang-barang lainnya akan menggunakan kapal atau tongkang dari Pelabuhan Ratu agar semakin efisien.

Selain untuk memudahkan konektivitas, Pelabuhan Ratu juga akan difokuskan untuk menjadi pelabuhan pariwisata pada saat akhir pekan. Terlebih dengan adanya objek wisata Geopark Ciletuh yang dapat dijangkau dengan kapal selama 30 menit, diharapkan dapat membuat semarak Pelabuhan Ratu. (AA)