Acara Pendaratan Perdana di Bandara BIJB Oleh Presiden Republik Indonesia

Post :   |   24 Mei 2018   |   11:15 WIB   |   Dilihat 126 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

Acara Pendaratan Perdana di Bandara BIJB Oleh Presiden Republik Indonesia

Majalengka - Dalam acara Pendaratan Perdana oleh Presiden Republik Indonesia di Bandara BIJB Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memberikan sambutan dan menyampaikan kebanggaannya kepada Jawa Barat karena memiliki Bandar Udara terbesar ke dua setelah Bandara Soekarno Hatta. Bapak Kemenhub juga menyampaikan bahwa Bapak Menko Maritim dan Bapak Presiden memuji berkali-kali Bandara BIJB karena arsitektur dan design bandara yang bagus. Kemudian Bapak Kemenhub mengucapkan terimakasih atas kerja sama Pemerintah Pusat, Swasta dan Perbankan Nasional atas pembangunan Bandara BIJB. 

Menteri Perhubungan menggunakan Bus dari Jakarta pukul 06.00 WIB dan tiba di Bandara BIJB Kertajati Majalengka pukul 09.19 WIB untuk meyambut kedatangan Presiden. Selain itu Bapak Kemenhub Juga menyampaikan. "Bandara Kertajati tidak berdiri sendiri, direncakan menjadi pertumbuhan baru ekonomi di Jawa Barat karena dekat dengan Pelabuhan Patimban. Fasilitas sama baiknya apa yang ada di Bandara Soekarno Hatta bahkan sudah tersedia Umroh Lauch sehingga kegiatan Umorh dan Haji bisa terselenggara dengan baik. Selain itu jalan tol Cisumdawu yang akan segera diselesaikan juga direncanakan ada konektifitas dengan kereta api yang melintas dari Jakarta ke Surabaya." Kamis (24/05/2018)

Setelah itu Menkomaritim memberikan sambutan dengan menyampaikan kebanggaanya melihat Airport BIJB karena Airport design dibuat oleh orang Indonesia, pekerjaanya rapi, membuat suatu perekonomian yang baik dikawasan ini karena akan ada aerocity yang membuat perekonomian menjadi berkembang cepat, kemudian satu model pendanaan yang baru yang tidak sepenuhnya di biayai oleh APBN yang akan menjadi suatu contoh bagi yang lain. Karena pertama kalinya di Indonesia membangun suatu bandara yang biayanya di biayai selain oleh APBN. Dengan demikian proyek-proyek infrastruktur tidak harus di biayai oleh APBN kembali. Dan mohon tidak salah mengerti Pemerintah tidak menjual kepemilikan, tetapi hanya bekerja sama satu periode waktu dan akan kembali lagi kepada Pemerintah. Dengan demikian APBN yang lainnya bisa digunakan untuk pembangunan yang lainnya lagi.

Acara selanjutnya di lanjutkan dengan pembacaan doa, kemudian mendengarkan pengalaman anak yatim pertamakalinya menaiki pesawat. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah 2 laptop kepada 2 mahasiswa yang memberikan orasi terbaik mengenai Bandara BIJB. (MHR)