Langgar Kapasitas Angkut, Kendaraan Jadi Sulit Dikendalikan

Post :   |   05 September 2018   |   14:15 WIB   |   Dilihat 162 kali

Dalam berlalu lintas, berbagai kemungkinan bisa terjadi. Setiap penyimpangan aturan di jalan, berpeluang menimbulkan kecelakaan. Termasuk kendaraan bermotor membawa penumpang melebihi kapasitas angkut yang diizinkan. Pengoperasian kendaraan bermotor, tidak serta merta bebas dalam hal berat muatan, karena semuanya mempunyai keterbatasan. Berat muatan pengaruhnya sangat besar menyangkut kestabilan dari operasional kendaraan bermotor saat melaju di jalanan.

Sering kita saksikan secara langsung atau diinformasikan di media pemberitaan, bahwa kendaraan bermotor angkutan penumpang umum jenis Bus, mengalami kecelakaan dalam karena kondisi jumlah penumpang yang melebihi kapasitas. Kendaraan bermotor dalam kondisi tersebut akan sulit dikendalikan pengemudinya, terlebih saat terjadi pecah ban depan atau kondisi jalan yang licin.

Apalagi, bus yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut arahnya berbelok ke sebelah kanan atau kiri. Hal ini tentu saja bisa berakibat fatal karena arahnya akan sulit dikendalikan sehingga berisiko memasuki ruas jalan lalu lintas dari arah berlawanan. Akibat dari kondisi tersebut, kecelakaan lalu lintas menjadi sulit untuk dihindari. Pasalnya, pengemudi dalam waktu cepat tidak mampu menguasai keadaan, karena beban berat dari muatan kendaraan bermotor tersebut.

Atas dasar hal tersebut, pengemudi kendaraan bermotor terutama angkutan penumpang umum jangan menganggap remeh masalah muatan, sebab jumlah dan berat muatan dari kendaraan bermotor dampaknya sangat besar terhadap keselamatan perjalanan, serta berpotensi melanggar pasal 169 ayat (1) UU LLAJ No.22/2009, yang berbunyi “pengemudi dan/atau Perusahaan Angkutan Umum barang wajib mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi Kendaraan, dan kelas jalan. Dan Ketentuan Pidana bagi yang melanggarnya adalah pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp.500.000,-. Namun, apabila penumpang yang diangkut melebihi daya angkut itu menyebabkan kecelakaan lalu lintas, sanksinya berbeda-beda tergantung pada kecelakaan yang diakibatkan.   

Berat muatan selain akan menentukan kestabilan kendaraan bermotor, juga mengurangi kemampuan dan kinerja dari rem. Dengan beban yang berat, bila ada hambatan secara mendadak fungsi rem dalam menurunkan kecepatan  laju kendaraan bermotor akan lebih lambat.

Oleh karena itu, para pengemudi dalam memacu kendaraan bermotor terutama roda empat atau lebih, harus selalu memperhatikan berat dari muatannya. Hal ini mengingat dengan makin berat beban dari kendaraan bermotor membuat risiko kecelakaan lalu lintas bertambah besar. Dengan demikian, peningkatan berat beban muatan harus diikuti dengan penurunan kecepatan.

Begitu juga halnya jarak dengan kendaraan bermotor yang berada di depannya harus diusahakan tetap dijaga dalam keadaan aman. Langkah tersebut penting dijadikan pedoman karena kemampuan rem dalam menjalankan tugasnya menurunkan kecepatan maupun menghentikan laju kendaraan bermotor lebih berat lagi.

(Dudih Yudiswara - Wartawan Bidang Perhubungan)