Upacara Peringatan Harhubnas 2018

Post :   |   20 September 2018   |   09:19 WIB   |   Dilihat 231 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

Upacara Peringatan Harhubnas 2018

Bandung – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat telah menggelar upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2018 di Halaman Gedung Sate Bandung (Rabu 19/9/2018). Upacara di hadiri oleh Dishub Kabupaten Kota seluruh Jawa Barat dan instasi terkait.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertindak sebagai pembina upacara. Gubernur menyampaikan pidato Menteri Perhubungan dengan tema Harhubnas tahun ini yaitu "Guyub Rukun Untuk Mewujudkan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi yang Lebih Baik".

Pidato Menteri Perhubungan yang disampaikan gubernur secara garis besar terdapat beberapa point penting. Tema Harhubnas mempresentasikan bagaimana seluruh elemen perhubungan bersama-sama guyub rukun bersinergi membangun konektivitas guna mewujudkan transporasi handal dan berkeselamatan bagi masyarakat pengguna transportasi.

Makna Upacara Harhubnas yaitu melakukan introspeksi diri terhadap tugas sektor perhubungan dalam melaksanakan tugas. Dari sisi manfaat peringatan Harhubnas memiliki sisi manfaat yaitu terbentuknya jiwa korsa dan terciptanya apresiasi positif dari masyarakat/stake holder terhadap instansi dan insan perhubungan.

Hal lain yang menjadi refleksi pentingnya keselamatan dan pelayanan dalam dunia transportasi. Keselamatan menjadi harga mati dan pelayanan juga diminta agar bisa dilakukan sepenuh hati oleh insan perhubungan nasional.

Setelah upacara, dalam kesempatannya Gubernur Jawa Barat menyampaikan kepada awak media bahwa sejalan dengan pidato Menteri Perhubungan. “Provinsi Jawa Barat akan melakukan penyerapan anggaran perhubungan secara cepat tanpa melanggar aturan-aturan. Hal ini diwujudkan Jawa Barat melalui realisasi anggaran untuk membeli pembatas jalan berupa teknologi road barrier yang akan dipasang di titik-titik jalan yang dianggap rawan di Jawa Barat”.

Selain itu Gubernur menambahkan, “Jawa Barat akan terus meningkatan transportasi berbasis kereta. Dalam waktu dekat, Pemerintah Pusat juga akan memberikan hibah 50 bus yang akan disebar ke daerah yang padat pergerakan transportasinya”.

“Kuncinya adalah kelancaran. Inflasi tergantung dari perhubungan, urat nadi ekonomi tergantung dari perhubungan. Kita masih kurang jalan tol karena idealnya tiga kali lipat, kita juga belum ideal kereta api, idealnya lima kali lipat, Kalau itu dilaksanakan baru tercapai ideal koneksi di Jawa Barat," lanjut gubernur. (AA)