RENCANA REAKTIVASI JALUR KERETA API CIBATU - GARUT - CIKAJANG

Post :   |   03 Oktober 2018   |   13:47 WIB   |   Dilihat 120 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

RENCANA REAKTIVASI JALUR KERETA API CIBATU - GARUT - CIKAJANG

Garut - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat telah melakukan survey dan pemantauan jalur kereta api yang sudah tidak aktif yaitu Cibatu - Garut - Cikajang. Jalur tersebut akan dilakukan reaktivasi untuk meningkatkan konektivitas wilayah perkotaan seperti Jakarta dan Bandung dengan wilayah Pariwisata di Kabupaten Garut, terutama di wilayah Garut Selatan.

Pada Hari Rabu tanggal 3 Oktober 2018, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Jabar dan Kepala Biro Pengendalian Pembangunan Setda Jabar melakukan kunjungan lapangan pada jalur kereta tersebut pada beberapa titik antara lain Stasiun Cibatu, Jembatan Cikoang, Stasiun Pasar jengkol, Jembatan Citameng, dan Stasiun Wanareja;

Jalur Cibatu - Garut - Cikajang sepanjang 47,5 Km ini terbagi 2 segmen yaitu pertama Segmen Cibatu - Garut  sepanjang 19,2 Km dan Segmen dua Garut - Cikajang sepanjang 28,3 Km, melewati beberapa stasiun yaitu Stasiun Cibatu, Stasiun Pasar jengkol, Stasiun Wanareja, Stasiun Garut, dan Stasiun Cikajang.

Jalur ini dahulu dibangun dalam kurun waktu 1899 s.d 1930, dan di non aktifkan pada tahun 1982

Rencananya pada tahap awal, akan dilakukan Reaktivasi pada Segmen I Cibatu -Garut sepanjang 19,2 Km. Proses persiapan sudah dilakukan oleh PT.KAI, melalui pendataan warga terkena dampak yang diperkirakan mencapai 1500 KK dengan total biaya Reaktivasi Jalur KA sepanjang 47,5 Km ini diperkirakan mencapai Rp. 1,1 Trilyun.

Sebagai hasil survey lapangan, diperoleh temuan-temuan antara lain sudah beralih fungsi nya lahan disepanjang rel, kondisi rel yang sudah rusak berat bahkan hilang, serta kondisi stasiun yang sudah beralih fungsi. Penanda jalur yang ditemui sebagian besar berupa tiang- tiang persinyalan yang masih ada sepanjang jalur, serta patok-patok penanda Groondkart;

Rencana Reaktivasi ini sangat didukung oleh masyarakat Garut, termasuk dukungan langsung dari Bupati Garut, karena dengan reaktivasi jalur ini, aksesibilitas dari dan ke Garut menjadi meningkat dan selanjutnya dapat meningkatkan pariwisata dan perekonomian Kab.Garut. Diharapkan proses Reaktivasi dapat diselesaikan pada tahun 2019 s.d 2020