Penerbangan Umroh Perdana di BIJB

Post :   |   13 Oktober 2018   |   16:27 WIB   |   Dilihat 181 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

Penerbangan Umroh Perdana di BIJB

Majalengka  – Penerbangan Internasional perdana di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, ditandai dengan pelepasan pemberangkatan jamaah umroh yang tergabung dalam jemaah umroh Dream Tour dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Lion Air Boeing 737 dengan kode penerbangan JT.072 yang terbang langsung dari Kertajati, Kab. Majalengka, Prov. Jawa Barat, menuju Madinah. Secara simbolis acara pelepasan Jemaah umroh tersebut dilahsanakan pada hari Sabtu (13/10/2018) di terminal utama BIJB. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta Istri, turut mendampingi Kepala Dinas Perhubungan Prov, Jabar Dedi Taufik, SertaPejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu juga hadir Bupati Majalengka, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Direktur Teknik dan Operasi Angkasa Pura II, Presiden DIrketur Lion Group, Komisaris dan Direksi PT. BIJB.

Dalam acara tersebut disampaikan beberapa sambutan diantaranya Direktur Teknis Angkasa Pura 2 BIJB yang dalam kesempatannya menyampaikan bahwa ini merupakan penerbangan internasional pertama di BIJB. “Direncanakan di bulan Oktober 2018 ini dimulainya intersession akan ada penambahan penerbangan dari sejumlah airlines, mudah-mudahan penambahan di intersession ini akan juga mengundang minat airlines yang lain untuk bergabung di BIJB” katanya. Saat ini BIJB sedang melakukan perpanjangan menjadi 3.000 meter yang saat ini baru 2.500 meter, “dengan 3.000 meter kami berharap airlines dapat menggunakan pesawat yang lebih besar” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait menyampaikan saat ini Lion Air sudah memberangkatkan jamaah haji dari 11 kota langsung ke Madinah jadi tidak lagi dikumpulkan di Jakarta, BIJB merupakan bandara ke 11 yang memberangkatkan jamaah haji langsung ke Madinah. Rencana maskapai Lion Air dari BIJB ingin melakukan penerbangan ke Saudi setiap hari.

Bupati Majalengka dalam sambutannya menyampaikan bahwa "pelepasan Jamaah Umroh yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat merupakan hal penting disaat BIJB sedang berupaya, sedang berpromosi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat". “Keberadaan BIJB di Kertajati memiliki dampak yang luar biasa walaupun penerbangannya baru terbatas terhadap pemberdayaan masyarakat, itu membuktikan bahwa tenaga-tenaga yang ada di BIJB itu sudah 85% orang Majalengka” menurutnya. “Saya berharap kehadiran BIJB terus berkembang seirama dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, mudah-mudahan kegiatan pelepasan umrah perdana akan di ikuti oleh travel-travel yang lain dan tentu juga jamaah akan terus bertambah” tambahnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sambutannya menyampaikan beberapa arahan beliau mentitipkan BIJB ini kepada PT Angkasa Pura agar bisa di tingkatkan karena menurut catatannya area Jawa Barat bagian utara dan Jawa Tengah bagian barat potensi tahunan mencapai 200 ribu jamaah umroh. Jika menggunakan pesawat yang sekarang jika dihitung-hitung minimal ada 1.300 penerbangan pertahun.

Ridwan Kamil juga menyampaikan “Kita harus adil terhadap sebuah sejarah, bandara ini inisiatif awalnya di akhir kepemimpinan Pak Dani Setiawan, dibangun pada masa Pak Ahmad Heryawan, saya Gubernur berikutnya mensukseskan, menyempurnakan sebuah mimpi besar ini. Bandara ini baru seperempat dari 100%”. Gubernur menambahkan “kita harus membuat menjadi 100%. Bandara ini tidak boleh hanya sekedar bandara, disekelilingnya harus menjadi kota baru, jadi saya titip ke Bupati Majalengka. Aerocity yang luasnya 3.000 hektar harus maslahat, manfaat khususnya buat rakyat Majalengka”.

“Majalengka sudah mulai terkenal dengan bandara ini, pasti wisatawan-wisatawan akan datang. Jadi saya titip 5 tahun ke depan kepada Pak Bupati sama-sama kita bangun pariwisata Majalengka sebagai ekonomi baru dari dampak bandara” menurutnya. “Kita ada dana 15 miliar untuk memperbaiki akses ke tempat wisata-wisata, kita ada dana 40 miliar untuk membangun destinasi baru, silahkan dipilih. Jadi itu saya titip, jangan sampai mimpi besar ini menjadi missoportunity”, tambah gubernur.

Setelah Gubernur Jawa Barat memberikan arahan, acara dilanjutkan dengan penyerahan visa dan passport umroh secara simbolik oleh Gubernur kepada jamaah umroh. Gubernur Jawa Barat juga memantau sejumlah fasilitas bandara.