Landasan Pacu BIJB Rampung

Post :   |   25 Februari 2019   |   10:50 WIB   |   Dilihat 287 kali

DISHUB JABAR
DISHUB JABAR

Landasan Pacu BIJB Rampung

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menuntaskan pembangunan tambhan landasan pacu sepanjang 500 meter sejak akhir Januari 2019. Setelah memiliki landsan pacu sepanjang 3000 meter, Bandara Kertajati berpeluang melayani penerbangan haji karena sudah dapat menampung pesawat berbadan lebar. Namun musim haji tahun ini bandara tersebut belum dimanfaatkan untuk penerbangan haji.

Division Head Airport and Performance PT BIJB Ari Widodo mengatakan, pembangunan landasan pacu tambahan sepanjang 500 meter sudah rampung pada tanggal 28 Januari 2019. Saat ini, pihaknya sedang menata dan memasang pencahayaan landasan pacu dan ditargetkan rampung pada akhir Maret 2019.

“Dengan bersenya runway tersebut, dangat memungkinkan penerbangan untuk haji. Sangat memungkinkan jika dilihat dari operasional bandara kami” Jum’at (22/2/2019).

Meskipun demikian, pihaknya masih menunggu arahan selanjutnya. Satu hal yang pasti, jika ada indikasi bahwa BIJB akan melayani penerbangna haji tahun ini, diperlukan verifikasi dari pihak maskapai asing yang akan menerbangkan jemaah calon haji asal indonesia.

“Harus dari sekarang atau sekitar tiga bulan sebelum pelaksanaan. Kami menunggu iya apa enggak? Tapi, sampai sekarang, belum ada arah kesana,” tuturnya. “Haji itu Juli sudah berangkat. Jadi, April paling mepet, sudah mulai proses verifikasi. Makannya pas, Maret selesai sehingga April bisa di verifikasi. Nantinya, jika dalam masa verifikasi ada kekurangan, akan dilakukan verifikasi selanjutnyadalam kurun tiga bulan tersebut untuk bisa disempurnakan.

Ari menuturkan bahwa PT BIJB hanya menunggu arahan dari pemerintah. Satu hal yang pasti, pihaknya sudah merampungkan tugas untuk membangun untuk membangun landasan pacu dan secara operasional sudah memungkinkan. “Selanjutnya, ya tunggu perintah. Apa jadi (pemberangkatan haji) di sini atau tidak. Untuk menyelenggarakan pemberangkatan haji perlu fasilitas pendukung, seperti embarkasi,” ujarnya.

Sumber : Surat Kabar Pikiran Rakyat