
Sinergi Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Perkuat Layanan Transportasi Publik di Kawasan Pendidikan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, bersama Pemerintah Daerah kabupaten/kota terkait, meresmikan Halte ITB sebagai bagian dari penguatan layanan Koridor 5 Metro Jabar Trans. Peresmian halte ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik massal berbasis jalan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di Wilayah Cekungan Bandung.
Halte ITB dibangun pada lokasi strategis di kawasan pendidikan untuk mendukung mobilitas civitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB), mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar Jalan Ganesha dan sekitarnya. Kehadiran halte ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas kawasan pendidikan, sekaligus mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Pengembangan dan penyesuaian layanan Koridor 5 Metro Jabar Trans Dipatiukur–Jatinangor merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat sistem transportasi perkotaan lintas wilayah yang melibatkan Pemerintah Daerah Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang. Kebijakan ini dilaksanakan melalui koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah guna memastikan layanan angkutan umum dapat menjangkau pusat-pusat aktivitas masyarakat secara efektif.
Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan melakukan fasilitasi dan pendampingan teknis terhadap pelaksanaan survei bersama penyesuaian rute Koridor 5, yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2025 di Kantor Pool Perum DAMRI, Kota Bandung. Survei bersama tersebut melibatkan PT Jasa Sarana, Perum DAMRI, PT Surveyor Indonesia, serta PT Nusantara Global Inovasi. Pelaksanaan survei dilakukan melalui peninjauan langsung kondisi lapangan, evaluasi teknis lintasan, pengukuran jarak tempuh menggunakan GPS dan odometer, serta pembahasan operasional layanan Koridor 5 guna memastikan kesesuaian rencana perubahan rute dengan kondisi eksisting dan kebutuhan mobilitas masyarakat.Survei ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses perencanaan berbasis data untuk memastikan penyesuaian rute layanan sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan mobilitas masyarakat, serta arah pengembangan transportasi publik di wilayah perkotaan.
Berdasarkan hasil survei dan pembahasan teknis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah terkait, ditetapkan adanya penyesuaian lintasan layanan Koridor 5, salah satunya melalui Jalan Ganesha. Penyesuaian lintasan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas kawasan pendidikan, memperlancar operasional layanan, serta memperluas jangkauan pelayanan transportasi publik di pusat Kota Bandung.
Sejalan dengan penyesuaian lintasan tersebut, dilakukan pula penambahan titik henti/halte, termasuk Halte ITB Ganesha A dan Halte ITB Ganesha B, sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Penambahan halte ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam menyediakan infrastruktur transportasi publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses.
Koridor 5 Metro Jabar Trans melayani rute pulang-pergi (PP) dengan total panjang sekitar 72,3 kilometer, dioperasikan menggunakan 28 unit bus, serta menerapkan waktu tunggu (headway) sekitar 5-10 menit. Dengan karakteristik layanan tersebut, Koridor 5 diharapkan mampu menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat yang menghubungkan kawasan pendidikan, permukiman, dan pusat kegiatan ekonomi lintas wilayah.
Pengembangan Metro Jabar Trans merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama Pemerintah Daerah kabupaten/kota. Penyesuaian rute dan penyediaan halte, termasuk Halte ITB, merupakan hasil sinergi lintas pemerintah untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin dekat dengan masyarakat.
Ke depan, dengan adanya program MASTRAN yang didanai oleh World Bank dan AFD melalui Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah serta PT Jasa Sarana selaku BUMD yang diberikan penugasan penyelenggaraan angkutan massal akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap kinerja layanan Koridor 5 Metro Jabar Trans. Evaluasi tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan lanjutan dalam rangka peningkatan layanan angkutan umum perkotaan dengan skema Buy The Service (BTS) di Wilayah Cekungan Bandung.
Dengan diresmikannya Halte ITB, besar harapan masyarakat semakin menjadikan Metro Jabar Trans sebagai pilihan utama transportasi sehari-hari, sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

Penulis: Humas Dishub Jabar



